Tuesday, August 15, 2017

Tafsir : Solat Memadamkan Dosa

No automatic alt text available.

Firman Allah swt :

وأقم الصلاة طرفي النهار وزلفا من الليل إن الحسنات يذهبن السيئات ذلك ذكرى للذاكرين

Maksudnya : "Dan dirikanlah solat pada kedua hujung siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan malam. Sesungguhnya amalan2 yang baik bolih menghapuskan segala kesalahan, itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingati Allah”. (Surah Hud 114)

Ayat ini diturunkan berkaitan dengan tindakan seorang pemuda dari kalangan Ansar, yaitu Abu Yusri bin Amr, nama asalnya ialah Abbad, yang telah melakukan perbuatan maksiat dengan seorang perempuan. Kemudian dia mengadu kepada Rasulullah saw hal perbuatan maksiatnya. Selesai beliau menunaikan solat bersama Rasulullah saw, Rasulullah baru saja didatangi malaikat Jibril a.s. yang menyampaikan wahyu yang berupa ayat di atas. Kemudian baginda bertanya: “Dimana Abu Yusri?”. “Saya Ya Rasulullah”, jawab Abu Yusri.
Rasulullah bertanya “Apakah kamu telah menunaikan solat Asar tadi bersamaku?”. “Ya”, jawab Abu Yusri. Maka berkata Rasulullah saw “Pergilah, sesungguhnya solat Asar mu tadi menjadi penebus atas dosa yang telah kamu lakukan”.

Mendengar sabda itu, Umar bin al-Khatab r.a. bertanya;” Wahai Rasulullah, apakah hal itu hanya khusus untuknya?”. Jawab Rasulullah saw “Tidak, tapi untuk semua orang”, .

Wallahua'lam

Friday, August 11, 2017

Hadith : Golongan Yang Hidup Walau Sudah Berada Di Alam Kubur

Image may contain: one or more people, sky and outdoor

Sebuah hadith yang diriwayatkan dari sahabat Jabir .r.a. katanya : 

قَالَ « أَفَلاَ أُبَشِّرُكَ بِمَا لَقِىَ اللَّهُ بِهِ أَبَاكَ ». قَالَ قُلْتُ بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ « مَا كَلَّمَ اللَّهُ أَحَدًا قَطُّ إِلاَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ وَأَحْيَا أَبَاكَ فَكَلَّمَهُ كِفَاحًا فَقَالَ يَا عَبْدِى تَمَنَّ عَلَىَّ أُعْطِكَ. قَالَ يَا رَبِّ تُحْيِينِى فَأُقْتَلَ فِيكَ ثَانِيةً. قَالَ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ إِنَّهُ قَدْ سَبَقَ مِنِّى أَنَّهُمْ إِلَيْهَا لاَ يُرْجَعُونَ ». قَالَ وَأُنْزِلَتْ هَذِهِ الآيَةُ (وَلاَ تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِى سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا) الآيَةَ

Artinya : Nabi saw berkata kepada Jabir: “Adakah kamu mahu aku kabarkan kepadamu apa yang diberikan oleh Allah kepada bapamu?” Jabir menjawab: “Ya, wahai Rasul Allah”. Nabi bersabda: “Allah tidaklah berfirman kepada seorang pun kecuali dari belakang hijab. Dan Allah menghidupkan bapamu lalu Allah berfirman kepada bapamu secar langsung. Allah berfirman: “Wahai hamba Ku, mintalah pada Ku maka Aku berikan”. Bapa Jabir berkata: “Wahai Tuhanku, hidupkan aku (kembali ke dunia), maka aku akan berperang di jalan Mu untuk kali yang kedua”.
Allah swt menjawab: “Sudah menjadi takdir dari Ku, jika mereka telah mati maka tidak bolih lagi kembali ke dunia”. Lalu turun ayat: “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki . (Ali Imran: 169)” (Hadith al-Tirmidzi)

Lihatlah kelebihan mati syahid berperang, Allah jadikan mereka hidup di alam barzakh dan diberi rezeki.  Ya Allah ! Kurniakan kepada kami mati syahid . Amiin ya Rabbal ‘alamiin.

Amalan Kecil Besar Disisi Allah dengan Sebab Niat

Image may contain: plant and nature

Rasulullah saw pernah bersabda :

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : .... وَ تُمِيْطُ اْلأَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ صَدَقَةٌ

artinya : Dari Abi Hurairah ra, dia berkata, Rasulullah saw bersabda, ”...dan kamu membuang gangguan dari jalan adalah sedekah.”
(Hadith Syaikhan)

Maksud sabda Rasulullah saw (اْلأَذَى ) ialah segala perkara yang menganggu manusia yang lalu seperti air becak, ranting2 kayu, batu, duri, kaca, najis atau selainnya. Kadang2 kita jumpa halangan2 seperti ini dijalanan tetapi kita elak sahaja biar kita tak kena, orang2 yang dibelakang kita tak peduli. mungkin sebab kita tidak melihat bahawa membuang halangan tersebut adalah amal solih disisi Allah.

Selepas mendengar hadith ini yang menyatakan membuang halangan di jalanan adalah sama pahala dengan bersedekah, kita mohon Allah beri kekuatan kepada kita mengamalknnya.

Abdullah bin Al-Mubarak r.a 118 H/736 M, yang digelarkan sebagai raja ilmu Hadith pernah berkata:

رُبَّ عَمَلٍ صَغِيرٍ تُعَظِّمُهُ النِّيَّةُ، وَرُبَّ عَمَلٍ كَبِيرٍ تُصَغِّرُهُ النِّيَّةُ

artinya “Betapa banyak amal yang kecil menjadi besar nilainya karena niat, dan betapa banyak amal yang besar menjadi kecil nilainya karena niat.”

InsyaAllah kita pakat betulkan niat kita beramal supaya berkat di dunia dan nilainya besar diakhirat nanti. Kerana tersilap niat bolih menyebabkan amal kita kecil nilainya..apatah lagi kalau amal kita tidak bernilai langsung bila kita bertemu dengan Allah nanti..Na'uzubillah.

Wallahua'lam

Tuesday, August 1, 2017

Takabbur Dengan Ilmu

Image may contain: 1 person

Berkata Imam Al-Mawardi :

من تكبر بعلمه وترفع وضعه الله به، ومن تواضع بعلمه رفعه به

artinya “Barangsiapa yang takabbur dengan ilmunya dan mengangkat2 dirinya sendiri, maka Allah akan hinakan dia dengannya. Sebaliknya, barangsiapa yang merendah diri dengan ilmunya, Allah akan memuliakannya dengan ilmunya itu.”

(Kitab Adab Ad-Dunya wa Ad-Diin m/s 72)

Tidak ada faedah berilmu kalau tidak menjaga tingkah laku, sombong, suka menunjuk2 dengan ilmu, suka mengajak orang berdebat dan sebagainya. Orang yang sebegini sebenarnya adalah orang yang tidak berilmu.

Berkata Syaikh Ahmad Az-Zarnuji :

وأفضل العلم علم الحال ... وأفضل العمل حفظ الحال

artinya "Ilmu yang paling utama adalah ilmu tingkah laku, dan amal yang paling utama adalah menjaga tingkah laku”.
(Kitab Ta'lim Al Muta'allim)

Sunday, July 30, 2017

Men And Women - We Are So Different

 Bright Side took the liberty to draw funny and honest comics about the differences between men and women. And yes, we’ve got our peculiarities, but remember, the main thing is that even though we’re different, we just can’t live without one another.

Monday, July 17, 2017

Hukum Ziarah Kubur Bukan Islam

Image may contain: plant and outdoor

- Jika tujuan ziarahnya ialah mendoakan keampunan bagi mayat atau memuliakannya atau seumpamanya maka tidak dibolihkan.

Firman Allah SWT didalam Surah At-Taubah :

مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَن يَسْتَغْفِرُ‌وا لِلْمُشْرِ‌كِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْ‌بَىٰ مِن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ ﴿١١٣﴾

Artinya : " Tidaklah boleh bagi Nabi dan orang-orang Mukmin memohonkan keampunan bagi orang-orang musyrik walaupun mereka adalah orang-orang terdekat kemudian dari mereka telah mengetahui bahwa orang-orang musyrik yang mati dalam kekafiran adalah menjadi penghuni neraka. "

- Jika ziarah bertujuan semata2 ziarah sahaja atau melihat seperti kubur sanak saudara atau kawan maka hukumnya dibolihkan.

Tersebut dalam kitab Syarah Qalyubi dan 'Umairah

ولا بأس باتباع المسلم جنازة قريبه الكافر. وكالقريب الزوج والجار والصديق، وزيارة قبره كذلك : الجز 1 صفحة 406 .

artinya : Dan tidak mengapa dengan mengikut orang Islam akan mayat saudaranya yang kafir atau suaminya atau isterinya atau jirannya atau kawannya. Dan begitu juga tidak mengapa ziarah orang Islam akan kubur orang kafir.

dan tersebut dalam kitab Majmu' Syarah Muhazzab :

ويجوز للمسلم اتباع جنازة قريبه الكافر وأما زيارة قبره (فالصواب) جوازها وبه قطع الا كثرون

artinya : Dan harus bagi orang Islam ikut jenazah keluarganya yang kafir. Adapun ziarah kubur orang kafir maka pendapat yang benarnya ialah harus. Pendapat inilah yang memutuskannya olih yang paling ramai.

walahua'lam

Friday, July 14, 2017

Hukum Memberi Nama Bayi Yang Mati Keguguran

Image may contain: one or more people

Berlata Imam al-Nawawi Rahimahullah Taala :

قال أصحابنا لو مات المولود قبل تسميته استحب تسميته قال البغوي وغيره يستحب تسمية السقط

artinya : Berkata Ashab as-Syafi’i “Jikalau mati bayi yang lahir sebelum diberi nama maka sunat memberinya nama”.

Berkata Imam al-Baghawi dan lainnya “Disunatkan memberi nama pada bayi yang mati keguguran”

قد ذكرنا أن مذهب أصحابنا استحباب تسمية السقط وبه قال ابن سيرين وقتادة والاوزاعي
* وقال مالك لا يسمى ما لم يستهل صارخا والله أعلم

artinya : Telah kami sebutkan bahwa para Ashab Imam Syafi’i cenderung memilih disunatkan memberi nama pada bayi yang mati keguguran, semacam ini yang dipilih oleh Ibn Siriin, Qataadah dan al-Auzaa’i
( Al-Majmuu’ 8/435 & 8/448)

Tersebut dalam Kitab Tuhfah Muhtaj :

وَلَوْ مَاتَ قَبْلَ التَّسْمِيَةِ اُسْتُحِبَّ تَسْمِيَتُهُ بَلْ يُسَنُّ تَسْمِيَةُ السِّقْطِ

artinya “dan jikalau mati bayi yang lahir sebelum diberi nama maka sunat memberinya nama bahkan disunatkan memberi nama pada bayi yang mati keguguran”

dan..

بل يسن تسمية السقط فإن لم يعلم أذكر هو أم أنثى سمي اسم يصلح لهما كخارجة وطلحة وهند

artinya : “bahkan disunatkan memberi nama pada bayi yang mati keguguran, bila tidak diketahui jenis jantinanya apakah ia lelaki atau perempuan maka diberi nama yang bolih untuk keduanya seperti nama Kharijah, Thalhah dan Hindun”
(Mughni al-Muhtaaj 4/294)

Wallahua'lam